Pertanian hari ini tidak lagi hanya soal cangkul, benih, dan musim panen. Di tengah arus transformasi digital, petani muda dituntut memahami satu keterampilan baru digital marketing. Inilah yang melatarbelakangi pelatihan digital marketing bagi petani muda yang diselenggarakan oleh BRMP Jawa Tengah pada 29 September 2026, dengan Aulia Persada Semarang turut berkontribusi sebagai pemberi materi.

Artikel ini mengulas mengapa upskilling petani muda di bidang pemasaran digital menjadi penting, apa saja yang dipelajari, dan bagaimana ilmunya bisa langsung dipraktikkan.

Mengapa Petani Muda Perlu Melek Digital Marketing?

Selama ini, tantangan terbesar banyak petani bukan hanya di lahan, tetapi di hilir: bagaimana produk sampai ke pembeli dengan harga yang layak. Rantai distribusi yang panjang sering membuat keuntungan petani menipis, sementara konsumen membayar lebih mahal.

Pemasaran digital menawarkan jalan pintas yang sehat. Dengan media sosial, marketplace, dan website, petani dapat:

  • menjangkau pembeli di luar desa, kota, bahkan provinsi;
  • memangkas ketergantungan pada tengkulak;
  • membangun merek (branding) untuk produk yang sebelumnya dijual tanpa identitas;
  • mendapatkan umpan balik langsung dari pelanggan.

Petani muda memiliki modal besar untuk ini: akrab dengan gawai dan media sosial. Yang dibutuhkan adalah pembekalan strategi agar kebiasaan digital tersebut berubah menjadi peluang usaha.

Digital Marketing Petani Muda: Pelatihan oleh BRMP Jawa Tengah

Kegiatan ini diselenggarakan oleh BRMP Jawa Tengah dan diikuti oleh puluhan peserta petani muda. Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan pembekalan tentang pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pengembangan usaha dan pemasaran produk.

Fokus pelatihan tidak berhenti pada proses produksi. Peserta diajak melihat gambaran yang lebih utuh: bahwa keberhasilan usaha tani juga ditentukan oleh branding, pemasaran, dan pengembangan bisnis.

Peran Aulia Persada dalam Upskilling Petani Muda

Aulia Persada Semarang berkontribusi dengan memberikan materi digital marketing kepada para peserta. Peserta diajak memahami bagaimana pemasaran digital dapat menjadi bagian dari strategi untuk memperluas jangkauan pasar dan membangun keberadaan produk di ruang digital.

Informasi layanan dan program Aulia Persada lainnya dapat dilihat di auliapersada.id.

Pendekatan ini penting karena petani tidak diminta menjadi pakar teknologi, melainkan memahami langkah-langkah praktis yang relevan dengan usahanya.

Strategi Dasar Pemasaran Produk Pertanian di Era Digital

Berikut langkah awal yang dapat dicoba petani muda yang ingin memulai pemasaran digital.

1. Bangun Identitas Merek

Beri nama, logo, dan kemasan yang konsisten. Produk dengan identitas jelas lebih mudah diingat dan dipercaya dibanding produk tanpa merek.

2. Manfaatkan Media Sosial

Instagram, TikTok, dan WhatsApp Business dapat dipakai untuk menampilkan proses tanam, panen, hingga pengemasan. Konten di balik layar (behind the scenes) menumbuhkan kedekatan dan kepercayaan pembeli.

3. Ceritakan Kisah di Balik Produk

Pembeli modern tertarik pada cerita: asal lahan, cara budidaya, hingga profil petaninya. Cerita membuat produk pertanian punya nilai lebih dari sekadar komoditas.

4. Jual Lewat Marketplace dan Website

Marketplace memperluas jangkauan dengan cepat, sedangkan website sendiri membangun kredibilitas jangka panjang dan membuat usaha mudah ditemukan lewat mesin pencari.

5. Layani Pelanggan dengan Responsif

Balas pertanyaan dengan cepat, jelaskan ketersediaan dan harga secara transparan, dan kumpulkan ulasan pelanggan sebagai bukti sosial.

Manfaat Jangka Panjang bagi Regenerasi Petani

Upskilling seperti ini juga menjawab isu regenerasi petani. Generasi muda akan lebih tertarik terjun ke sektor pertanian jika melihatnya sebagai usaha modern yang menjanjikan, bukan pekerjaan yang terpinggirkan. Ketika pertanian bertemu teknologi, citra profesi petani ikut naik kelas.

Upaya ini sejalan dengan dorongan regenerasi petani yang terus digaungkan oleh Kementerian Pertanian.

Dampak yang diharapkan antara lain peningkatan pendapatan petani, pasar yang lebih luas untuk produk lokal, serta tumbuhnya wirausaha pertanian baru di daerah.

Kesimpulan

Menjadi petani hari ini bukan berarti jauh dari teknologi. Justru dengan teknologi, potensi pertanian bisa dikenal lebih luas. Pelatihan digital marketing bagi petani muda yang digelar BRMP Jawa Tengah bersama Aulia Persada menjadi langkah nyata menyiapkan generasi petani yang siap bersaing di era digital.

Jika Anda pelaku usaha tani atau UMKM yang ingin belajar pemasaran digital, mulailah dari langkah kecil: rapikan identitas merek, aktifkan media sosial, lalu konsisten membagikan konten setiap pekan.

FAQ

Apa itu digital marketing untuk petani? Strategi memasarkan produk pertanian melalui media digital seperti media sosial, marketplace, dan website agar menjangkau pembeli lebih luas.

Mengapa petani muda perlu belajar digital marketing? Agar dapat membangun merek, menjual langsung ke konsumen, dan mengembangkan usaha tanpa bergantung pada rantai distribusi yang panjang.

Di mana bisa mendapat pelatihan digital marketing? Pelatihan dapat diikuti melalui program instansi pertanian maupun lembaga pelatihan. Informasi layanan Aulia Persada tersedia di auliapersada.id.

Dokumentasi: pelatihan digital marketing petani muda bersama Aulia Persada yang diselenggarakan oleh BRMP Jawa Tengah pada 29 September 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *